part 7
"loh heenim, ngapain disini? katanya ummanya lagi sakit dirumah sakit. kok dia malah ke sini." sungmin berbisik kecil namun bisikannya terdengar oleh kyuhyun.
"ada apa minnie?" tanyannya.
"engga apa2 kok kyu", minnie mengerutkan dahinya. "kyu, oppa, tunggu di sini sebentar ya. aku mau ke sana dulu, kayanya tadi ada temenku." minnie langsung berlari ke arah perginya heenim.
"heh, pabo! temenin sana jangan diem disini aja, kalo si minnie kenapa2 gmn?" yesung memukul kepala kyuhyun keras.
"aaaww, kan kata minnie suruh tunggu sini aja." kata kyuhyun polos.
"cepetan kejar!! mau gue pukul lagi HAH!!" hardik yesung sambil bersiap dengan kuda2 pukulannya.
"iya ini mau di susul, galak amat sih." kyuhyun berlari ke arah perginya sungmin. dia melihat sungmin membuntuti seorang yeoja yang masuk ke arah mini caffe.
"minnie!" kyuhyun memgang pundak minnie dan membuat minnie kaget.
"aaaaa!!" ketiak minnie.
"shuuutttt!! jangan keras2 diliat orang malu kan?" kyuhyun membungkam mulut sungmin yang kecil.
"hmmpp... lagian kamu ngagetin sih kyu" minnie melepaskan tangan kyuhyun yang membungkam mulutnya.
"ngikutin siapa sih?" tanya kyu penuh rasa ingin tau.
"temen." minnie kembali mengalihkan kembali pandangannya ke arah heenim yang duduk di kursi mini caffe. heenim keliatan sedang menunggu seseorang. sesekali heenim melihat ke arah jam tangan dan mengotak atik hpnya.
"cantik ya. siapa namanya?" kata kyuhyun tiba2. dan membuat minnie marah tanpa sebab.
"kyuhyun aaaahh..." minnie mencubit perut kyuhyun dengan manja.
"cemburu ya..." kata kyuhyun lagi.
"engga!!" bantah minnie sambil mengerucutkan bibir tipisnya.
"jangan boong ah" nada suara kyuhyun menggoda.
"heheheee..." minnie hanya nyengir gaje.
minnie dan kyuhyun kembali mengamati gerak gerik heenim. sampai tiba-tiba shiwon datang.
"shiwon?" minnie terkejut, begitu juga kyuhyun.
"dia yg bernama shiwon? biasa aja. masih gantengan aku kok. kok kamu mau sih min sama dia?" kata kyu kepedean.
"cho kyuhyun-sshi bisa diem ga sih?"minnie mempertegas perkataanny.
"ne!" kyuhuyun melihat ke arah minnie yang seakan-akan bingung dan kesal dengan sikap heenim dan shiwon.
minnie melihat shiwon membawa setangkai bunga mawar, entah untuk siapa. shiwon mempercepat langkahnya menuju ke arah heenim berada. di fikiran minnie sudah muncul fikiran2 negatif ttng mereka berdua.
shiwon mendekat ke arah heenim dan... cuuu~ shiwon mengecup kening heenim lembut dan memberikan bunga mawar itu pada heenim. wajah minnie semakin memerah, minnie masih tidak percaya bahwa sahabatnya sendiri tega mnghianatinya. air mata minnie seketika mengalir, dan membasahi pipinya. kyuhyun yang tidak tega melihat minnie menangis langsung memeluknya.
"minnie, masih ada aku yang setia sama kamu." kyuhyun makin mempererat pelukannya. tangisan minnie pun semakin teisak-isak.
"aku emang pabo kyu, hiks. aku mau aja di boongin sama temen sendiri, aaahh lee sungmin pabo!!"
"minnie, aku emng belum pernah ngalamin kejadian kaya kamu spt sekarang. tapi min, aku bisa ngerasain gemana saikitnya di hianatin sama temen sendiri, apalagi temen yang sering kita ajak curhat." kyuhyun bersikap dewasa.
"tapi kenapa harus heenim?" tanya minnie sambil masih tersisak dalam pelukan kyuhyun.
"cuma tuhan tahu min." kata kyuhyun tabah.
minnie mengangguk. "kita anterin hyungku ke bandara ya. tapi kamu jangan nangis. aku kan bilang kalo kamu nangis jelek tau. entar aku engga jadi suka, uups.." kyuhyun keceplosan.
"mwo? tadi kamu bilang apa?" tanya minnie.
"entar engga ada yang suka.. iya engga ada yg suka kalo kamu nangis gitu.." kyuhyun pandai mengelak.
"oohh.." minnie menhapus air mata yang menyisa di pipi halusnya.
"yuk." kyuhyun memegangi tangan minnie, dan berjalan kembali ke tempat yesung meunggu.
"kyu.." panggil minnie manja.
"engga enak kalo gandengnya di tangan." kta minnie centil.
"terus?" tanya kyuhyun bingung.
"gini!" minnie mengaitkan tangannya pada tangan kyuhyun, dan hampir memeluk seluruh bahu kyuhyun.
"dasar kau minnie." kyuhyun mengacak acak rambut minnie.
end POV
Sungmin POV
aku sangant kecewa, sangat sangat kecewa pada heenim. dia tega sekali menghianatiku sahabatnya sendiri. beruntung aku bisa bertemu dengan kyuhyn namja yang baik hati, perhatian, pengertian, dan dia juga selalu ada jika aku membutuhknnya. aku merasa nyaman, aman dan damai jika berada di dekatnya.
yesung oppa sudah kelihatan lelah berdiri didepan pintu studio. kami bergegas menghaprinya.
"mian hyung, lama ya?" kata kyuhyun sopan.
"sampe mendidih gue nungguin kalian, lama sih. loh kok pake acara gandengan segala, hemm.. kalian jadian?" aku melepaskan gandengan tanganku dari tangan kyuhyun.
"engga kok oppa." aku menggelengkan kepala cepat.
"jadian juga engga apa2 kok. malah bagus. kalian tuh pasangan yang serasi tau." yesung oppa sepertinya mendukung sekali hubungan aku dengan kyuhun.
"urusin dulu jodoh sendiri baru urusin jodoh orang lain" kata kyuhyun tiba2.
"heeuuhh jamblang. berisik lo, yuk ah kita ke bandara entar kalo ketinggalan pesawat kan berabe." kyumin hanya menurut dan mengikuti yesung dari belakang.
@bandara
"hyung stay healty ya. jangan jajan sembarangan." kyuhyun sudah seperti seorang umma yang memberi nasihat pada anaknya.
"harusnya gue yang bilag gitu dodol!!" yesung oppa memukul kepala kyuhyun *doyan banget sih si yesung mukulin kepala kyuhyun. sini kyu biar aku usapin kepalanya#ditabok admin jihan*
"hehehe.. kalian ini seneng banget berantem. engga pernah akur." kataku sambil tertawa kecil*emngny lo engga pernag berantem ama si wookie?*.
"jagain kyuhyun ya min, oppa pergi dulu. kapan2 kita ketemu lagi. dengan status yang berbeda." aku tidak mengerti dengan apa yang di maksudkan yesung oppa.
kembali yesung oppa dan kyuhyun berpelukan di hadapanku. melihat keakraban mereka aku jadi teringat pada wookie. aku rindu pdanya.
"daaahh...." oppa melambaikan tangannya. dan dengan sekejap mengilang di kerumunan orang2.
"ddaaahh... yuk kita pulang." ajak kyu.
"yuk." dia menggandengku dengan wajah tersenyum riang.
belum jauh dari tempat kami berpisah dari yesung oppa. terdengar suara oppa yang memanggil2 kyu.
"kyu..hey.. kyuhyun!!"
serentak kami berdua menghentikan langkah kami, dan berbalik mencari sosok yesung oppa.
"ada apa lagi hyung?" kyuhyun dan aku keheranan.
"hah..haah.. mana?" yesung oppa mencoba mengatur nafasnya yg terengah-engah.
"mana apanya hyung?" tanya kyuhyun bingung.
"duit gue. katanya lo mau gantiin uang servis AC." kata yesung oppa.
"ya ilah.. disangka apaan. nih gue ganti, itungan banget sih sama adek sendiri." kyukyun jengkel.
"biarin. udah ah gue pergi dulu. dadah lagi... haha" yesunghyun segera belalu dari hadapan kami, aku hanya bisa tertawa melihat kejadian tadi.
"kenapa ketawa?"tanya kyuhyun.
"hehe.. engga kok." jawabku singkat.
@mobil
"mau ke rumahku dulu ato aku anter pulang?" kyuhyun memberikan pilihan.
"aku mau pulang aja. badanku udah pegel2 nih." kataku sambil memgangi badanku yang hampir retak2.
"ne!"
drrtt..drrttt..*persaan hp minnie getar mulu, hpnya kyuhyu kapan?*
"ya umma?"aku mengankat telpon dari ummaku.
"gini minnie. umma sama appa lagi di rumah halmoni. halmoni penyakit asem uratnya kambuh jadi umma sama appa langsung pergi ke sini. bajumu umma ttpkan di tetangga sebelah, kunci umma bawa. kamu nginep di rumah heenim aja ya." kata umma ku panjang lebar.
"tapi.." aku tidak akan mungkin memberi tau masalah antara aku dan heenim.
"wae?"
"gwenchana umma.wookie gmn?" tanyaku.
"wookie nginep di rumah temennya." katanya santai.
"baiklah umma, titip salam untuk halmoni." aku menutup telponnya.
"ummamu?" tanya kyuhyun.
"iya." aku menjawab dengan lamas.
"wae?" tanyanya lagi.
"ummaku ke rumah halmoniku. kunci rumah di bawa. umma nyuruh aku nginep di rumah heenim. tp kamu tau sendiri kan kyu kalo tadi..." aku menundukan kepalaku yang berat.
"nginep aja di rumahku." dengan samtai kyuhyun berkata seperyi itu.
"tapi kan engga baik kalo yeoja dan namja berada di satu rumah." kataku gusar.
"terus kalo engga di ruamh aku kamu mau tidur dimana?"
"hmm.. engga tau."
"ya udah makanya nurut, tenang aja engga akan ada paparazi kok." lagak kyuhyun sok artis.
"iya deh."aku menuru. dimana lagi kalo bikan di rumah kyuhyun aku bisa beristirahat tenang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar